Adabeberapa jenis makanan untuk diare yang sebaiknya Anda konsumsi dan hindari saat menderita diare. Cara ini dilakukan untuk meredakan gejala tinja encer, mengurangi frekuensi buang air besar, serta mencegah risiko dehidrasi akibat diare. Diare merupakan kondisi yang dapat menyerang siapa saja dan bisa bertahan selama beberapa hari, sehingga Keracunanmakanan adalah gejala penyakit yang disebabkan oleh karena memakan makanan yang tidak sehat. Keracunan makanan ada dua jenis, yaitu yang sifatnya akut (mendadak) dan kronis (menahun). Yang biasa ditemukan dalam masyarakat, yaitu keracunan makanan akut, karena sifatnya mendadak dan mengguncang batin seseorang. Diarejuga dapat menyebabkan kematian apabila penderita mengalami dehidrasi berlebih sehingga membuat darah menggumpal. Oleh karena itu, pastikan untuk selalu memakan makanan yang higienis. Hindari membeli makanan yang berada di pinggir jalan tanpa adanya penutup makanan, karena sangat riskan untuk dihinggapi lalat. 2. Disentri PencegahanTerhadap Influenza. 1) Makanlah makanan yang bergizi. 2) Istirahat yang cukup. 3) Berolahragalah secara teratur. Tweet. Title : Mengenal Penyakit di Lingkungan Sekitar. Description : Diare, demam berdarah, dan influenza sangat terkenal di lingkungan kita. . Anda bisa menyelingi minum air putih dengan jenis cairan lain seperti oralit, minuman isotonik, buah kaya air, hingga sup bayam bening. Sup ayam dengan wortel dan kentang jadi makanan yang baik untuk dikonsumsi saat diare karena mudah dicerna perut ketimbang makanan padat. Makan sup juga bisa mengisi ulang energi sekaligus memenuhi kembali kebutuhan cairan tubuh. 2. Nasi putih dan bubur Saat diare, Anda harus menghindari makanan yang tinggi serat untuk menenangkan usus yang bermasalah. Makanan tinggi serat untuk pencernaan akan semakin menyulitkan kerja usus yang terinfeksi sehingga memperburuk gejala diare. Serat akan menghasilkan gas ketika diolah oleh bakteri yang hidup dalam usus. Penumpukan gas dalam perut dapat memicu kembung dan buang-buang angin kentut. Pilihlah makanan tinggi karbohidrat tapi rendah serat seperti nasi putih untuk meringankan gejala diare. Nasi putih mudah dicerna sehingga usus tidak perlu bekerja keras untuk mengolahnya menjadi glukosa gula darah. Olahan lainnya yang bisa dicoba yaitu nasi tim atau bubur. 3. Roti tawar atau makanan hambar Jangan dulu makan makanan berbumbu atau berempah kuat untuk mencegah gejala diare semakin gawat. Rempah seperti cabe, bawang putih, atau lada dan bumbu penguat rasa seperti garam, lemon, santan, dan cuka dapat semakin mengiritasi perut. Nah, jenis makanan yang direkomendasikan untuk penderita diare yaitu yang bercita rasa tawar atau hambar. Pilihan terbaik untuk Anda yakni roti tawar putih. Rasa tawar pada roti tidak akan memicu rasa mual ketika dimakan. Makanan untuk diare ini juga bertekstur halus dan cepat dicerna sehingga baik untuk sistem pencernaan yang sedang mengalami peradangan. 4. Buah-buahan Memang, saat terkena diare, Anda sebaiknya tidak mengonsumsi banyak makanan yang mengandung serat tinggi. Namun, ada beberapa buah-buahan yang baik untuk diare. Dua buah di antaranya yaitu buah pisang dan buah apel. Keduanya memiliki kandungan pektin alias jenis serat larut air yang membantu memadatkan feses. Sementara itu, kombinasi karbohidrat dan gula dalam pisang dan apel akan meningkatkan stamina. Mengingat diare bisa menimbulkan gejala sering BAB, kedua buah tersebut dapat menjadi solusi untuk mengisi tenaga yang telah terbuang. Terlebih lagi, pisang memiliki kandungan kalium yang dapat membantu menggantikan cairan elektrolit tubuh yang hilang akibat buang-buang air. Agar lebih mudah dicerna perut, makanlah apel atau pisang dalam sajian yang sudah dihaluskan menjadi bubur atau puree. 5. Wortel, kacang hijau, dan buah bit Konsumsi sayuran bisa mengisi ulang zat gizi penting yang hilang saat Anda diare. Beberapa contoh sayuran yang aman dan baik dikonsumsi saat diare yakni wortel, kacang hijau, dan buah bit. Ingat, tidak semua sayuran baik untuk orang yang sedang diare. Salah satu pantangan makanan diare adalah sayuran yang bisa menyebabkan perut bergas, seperti brokoli, kembang kol, dan paprika. Jenis sayuran ini tergolong tinggi serat yang justru membuat sistem pencernaan bekerja lebih keras. Akibatnya, diare terjadi berhari-hari dan sembuh lebih lama. Tips olahan sayur untuk diare Rebus sayur-sayuran tersebut hingga lunak. Buat bubur nasi lalu campurkan dengan cacahan sayuran yang telah direbus. Olah kacang hijau menjadi bubur manis sebagai camilan sore hari. Jangan sajikan menu bubur kacang hijau dengan santan. Konsumsi bubur kacang hijau menggunakan mangkuk kecil dengan ¼ – ½ porsi setiap jam. 6. Makanan tinggi probiotik Makanan sumber probiotik baik dikonsumsi untuk membantu mengatasi gejala diare. Probiotik merupakan bakteri baik yang menyehatkan bagi sistem pencernaan Anda. Bakteri yang baik untuk usus dapat dengan cepat menggantikan bakteri baik yang dikeluarkan bersama feses akibat BAB terus-menerus. Selain itu, asupan probiotik memperbaiki fungsi usus dalam menyerap cairan. Contoh makanan probiotik yang baik untuk diare yaitu yoghurt dan tempe. Pilih yoghurt yang rendah gula tanpa tambahan perisa apa pun. Pasalnya, pemanis buatan memiliki efek mirip obat pencahar sehingga Anda jadi lebih sering bolak-balik BAB. Alhasil, diare dapat semakin memburuk. 7. Daging kukus Daging merupakan makanan sumber protein yang membantu mengatasi diare. Pilihan daging yang bisa Anda jadikan menu makan saat sedang diare yakni daging sapi, daging ayam, atau ikan yang direbus atau kukus. Selama diare, jangan olah daging dengan cara digoreng, dipanggang, atau diungkep menggunakan santan dan bumbu rempah. Menu makanan tersebut mengandung banyak lemak dan minyak sehingga membuat diare makin parah. Tak hanya itu, makanan berlemak dan berminyak juga memperlambat pengosongan lambung yang membuat Anda mengalami perut kembung. Makanan ini juga mengganggu proses penyerapan obat diare oleh tubuh. 8. Telur Mengonsumsi telur akan membantu memperlambat pergerakan usus dan membantu pasien pulih lebih cepat dari diare. Telur juga cocok sebagai makanan untuk anak menceret. Telur yang dimasak pun lebih mudah dicerna meski perut tengah mengalami diare. Jadi, seseorang boleh makan telur rebus saat sedang diare, asalkan tidak alergi telur. Memasak telur juga mengurangi kemungkinan infeksi bakteri Salmonella. Protein yang telah dimasak umumnya akan membantu menghindari perut kembung. Sebagai makanan untuk diare, Anda sebaiknya memilih olahan telur rebus, telur dadar, atau telur orak-arik. 9. Oatmeal Anda bisa makan oatmeal saat sedang diare. Serat larut dalam oatmeal dapat membantu mengikat feses Anda dan mengurangi frekuensi BAB. Oatmeal sangat ideal sebagai makanan untuk diare dewasa. Tidak hanya karena rasanya yang hambar, tetapi juga kandungan seratnya. Serat larut dalam oatmeal menyerap air di saluran pencernaan Anda untuk membantu menambah kepadatan pada feses dan mencegah komplikasi diare parah. Ingatlah bahwa mengonsumsi makanan yang tidak tepat saat diare berisiko memperberat kerja usus yang sedang lemah dan berpotensi semakin mengiritasi usus. Makan sembarangan, apalagi yang kebersihannya tidak terjamin, dapat memperparah gejala diare dan memperlambat proses pemulihan tubuh. Diare adalah kondisi feses encer atau berair dengan frekuensi lebih sering dari biasanya. Apa itu diare, penyebab, gejala, dan pengobatannyaPengertian Diare adalah kondisi di mana feses yang dikeluarkan encer atau berair dengan frekuensi lebih sering daripada biasanya. Diare biasanya muncul dengan gejala tunggal atau dikaitkan dengan gejala lain, seperti mual, muntah, sakit perut, atau penurunan berat badan. Umumnya, diare disebabkan oleh mengonsumsi makanan atau minuman yang kotor dan terkontaminasi mikroorganisme. Diare biasanya lebih sering terjadi tak berlangsung lama, tidak lebih dari 2- 3 hari. Ketika diare berlangsung lebih dari beberapa hari hingga berminggu-minggu, biasanya menunjukkan bahwa ada masalah serius lain. Misalnya, sindrom iritasi usus IBS, infeksi persisten, penyakit celiac, atau mungkin penyakit radang usus. Diare yang umum terjadi bisa ditangani dengan obat-obatan yang dijual bebas. Namun, pada kasus khusus, diare bisa berlangsung berminggu-minggu dan harus mendapat terapi khusus oleh dokter yang menangani. Artikel Lainnya Diare Lebih dari 2 Minggu? Kenali 6 Penyebab Diare Kronis Ini Situasi Diare di Indonesia Penyakit diare masih menjadi masalah kesehatan besar di negara berkembang, termasuk Indonesia. Hal ini disebabkan oleh angka morbiditas perbandingan antara kelompok masyarakat yang sakit dan yang sehat dalam sebuah populasi dan mortalitas cukup tinggi. Menurut Riskesdas 2018, prevalensi diare berdasarkan diagnosis tenaga Kesehatan sebesar 6,8 persen. Sementara, berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan atau gejala yang pernah dialami sebesar 8 persen. Kelompok umur dengan prevalensi diare berdasarkan diagnosis tenaga Kesehatan tertinggi ada pada kelompok umur 1-4 tahun sebesar 11,5 persen dan bayi sebesar 9 persen. Kelompok umur lansia di atas 75 tahun juga merupakan kelompok dengan prevalensi tinggi 7,2 persen di Indonesia. Data ini diperoleh dari Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2019 yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Artikel Lainnya Air Minum Anda Sehari-hari Sebabkan Diare, Kok Bisa? Penyebab Penyakit diare umumnya terjadi ketika cairan dari makanan tidak dapat diserap usus dengan baik, atau ada terlalu banyak cairan yang disekresikan ke usus. Normalnya, usus besar akan menyerap cairan dari makanan yang kita konsumsi dan meninggalkan kotoran feses setengah padat. Jika cairan dari makanan tersebut tidak diserap baik, feses akan menjadi encer atau bahkan cair. Kondisi ini dipengaruhi banyak faktor sehingga penyakit diare dapat berlangsung singkat atau lama. Diare yang Berlangsung Singkat Biasanya diare jenis ini adalah gejala dari infeksi usus, yang disebabkan oleh virus, seperti rotavirus bakteri, seperti campylobacter parasit, seperti giardia intestinalis penyebab diare lainnya termasuk faktor psikologis merasa cemas, mengonsumsi minuman keras, alergi makanan, usus buntu, atau efek samping obat-obatan. Bisa disimpulkan untuk pencegahan diare, Anda dapat menjaga kebersihan makanan. Diare Jangka Panjang Kondisi diare jangka panjang dapat disebabkan oleh sindrom usus besar penyakit coeliac, penyakit yang menyebabkan tubuh menolak protein gluten penyakit Crohn, radang pada lapisan sistem pencernaan radang pankreas kronis kanker usus efek samping pengangkatan bagian perut gastrektomi Artikel Lainnya Jenis-Jenis Diare yang Perlu Anda Tahu Gejala Pada tiap penderita, gejala diare bisa berbeda-beda. Beberapa orang mengeluarkan feses yang sangat encer, sementara beberapa lainnya mengeluarkan feses yang tak terlalu encer. Meski demikian, ada beberapa gejala yang sering dikaitkan dengan diare. Gejala-gejala tersebut antara lain kram atau nyeri perut perut terasa kembung mual muntah demam atau meriang darah dalam tinja tinja memiliki lendir rasa ingin buang air besar yang sulit ditahan Jika Anda orang dewasa, segera temui dokter Anda jika mengalami hal-hal berikut. diare bertahan lebih dari dua atau tiga hari tanpa perbaikan mengalami tanda dehidrasi disertai sakit perut yang berat atau nyeri pada anus yang cukup berat memiliki tinja berdarah atau hitam yang cukup banyak mengalami demam dengan suhu di atas 102 F 39 C Umumnya pada orang dewasa, diare akan pulih dalam waktu 2-3 hari. Pada anak-anak, waktu pemulihan lebih lama yaitu 5-7 hari. Apabila diare berlangsung lebih dari satu minggu atau kondisinya bertambah parah, segera periksakan ke dokter. Waspadai juga tanda-tanda dehidrasi selama masa pemulihan. Artikel Lainnya Hal-Hal yang Bikin Anak Mudah Terserang Diare Diare dan Dehidrasi Pengeluaran cairan melalui feses yang berlebihan ditambah dengan hilangnya nafsu makan dapat berdampak dehidrasi. Kondisi ini harus segera ditangani karena bisa berakibat fatal. Dehidrasi sendiri lebih mudah terjadi pada anak-anak. Hal ini karena ketahanan anak-anak terhadap dehidrasi yang lebih rendah ketimbang orang dewasa Gejala dehidrasi pada anak-anak antara lain jarang buang air kecil mulutnya kering atau menangis tanpa air mata feses berdarah, berwarna merah, atau hitam terlihat sering mengantuk dan tidak responsif terlihat cekung pada mata atau perut jika kulit dicubit tidak kunjung kembali turgor menurun Ada pun tanda dehidrasi pada orang dewasa, antara lain kelelahan dan tidak bertenaga hilang nafsu makan mual pusing lidah terasa kering mata terlihat cekung kram otot jantung berdebar Artikel Lainnya Mengapa Harus Banyak Minum Air Putih Saat Diare? Diagnosis Umumnya, diare dapat berlangsung hingga seminggu dan bisa sembuh tanpa pengobatan apa pun. Namun, jika kondisi yang Anda alami cukup parah, segera periksakan diri ke dokter. Untuk mengetahui apakah pasien mengalami diare dan penyebabnya, pertama dokter akan mengumpulkan informasi seputar gejala yang dialami. Dokter akan menanyakan tekstur feses, frekuensi buang air besar, kebiasaan sehari-hari pasien. Selain itu Anda juga harus menginformasikan dokter jika ada gejala lain yang menyertai demam tinggi, konsumsi makanan tidak biasa, faktor psikologis, pengobatan tertentu yang mungkin sedang dijalani. Pemeriksaan ini dapat berupa analisis sampel feses, tes darah, dan pemeriksaan rektum. Berikut penjelasannya. Analisis Feses Dokter akan meminta Anda untuk menyerahkan sampel feses untuk dianalisis. Hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi infeksi yang mungkin terjadi. Analisis ini dilakukan apabila Anda sudah mengalami diare lebih dari dua minggu, terdapat darah atau nanah pada feses, atau ada gejala lain yang menyertai. Selain itu, pemeriksaan ini juga perlu dilakukan jika Anda mengalami diare usai dirawat di rumah sakit atau karena sistem imun yang lemah penderita HIV. Tes Darah Dokter akan meminta Anda melakukan tes darah apabila terdapat kecurigaan diare sebagai gejala dari penyakit lain. Contohnya, hasil tes darah menunjukkan adanya peradangan. Ini adalah salah satu gejala penyakit radang usus. Artikel Lainnya Jahe Bermanfaat sebagai Obat Alami Diare? Cek Faktanya! Pemeriksaan Rektum Jika pasien berusia di atas 50 tahun atau mengalami diare yang sulit sembuh, dokter akan melakukan pemeriksaan rektum digital. Cara periksanya adalah dengan memasukkan jari ke dalam rektum untuk memeriksa kondisi abnormal. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendiagnosis penyakit yang berhubungan dengan rektum dan usus. Pemeriksaan Tambahan Dokter juga dapat menyarankan pemeriksaan berikut untuk membantu menyimpulkan diagnosis 1. Sigmoidoskopi Memasukkan alat sigmoidoskop tuba tipis dan fleksibel yang memiliki kamera di bagian ujung ke dalam rektum hingga ke usus. 2. Kolonoskopi Prosedurnya mirip dengan sigmoidoskopi, tetapi tuba yang digunakan lebih besar kolonoskop untuk memeriksa keseluruhan kondisi usus. Pengobatan Gejala diare umumnya akan hilang dengan sendirinya, biasanya hingga beberapa hari, tanpa bantuan pengobatan apa pun. Pada kasus tertentu, diare dapat berlangsung lebih lama tergantung penyebabnya. Anda bisa melakukan beberapa hal berikut untuk meringankan kondisi yang sedang dialami 1. Perbanyak Asupan Cairan Saat mengalami diare, Anda harus mengonsumsi lebih banyak cairan, terutama jika disertai muntah. Hal ini dibutuhkan untuk menghindari dan menangani dehidrasi. Minumlah sedikit-sedikit tapi sering. Lebih baik masuk cairan sedikit daripada tidak sama sekali. Jika asupan cairan cukup, urine akan berwarna kuning muda atau hampir bening. Hindari pemberian jus buah atau minuman bersoda karena akan membuat diare bertambah parah. Artikel Lainnya Penyebab dan Cara Mencegah Diare Setelah Berolahraga 2. Makan Makanan yang Lembut, Porsi Cukup dan Bergizi Saat diare berlangsung, para ahli menyarankan agar Anda tidak mengonsumsi makanan padat dulu, setidaknya sampai Anda mampu makan dengan normal. Makanlah dalam porsi lebih sedikit dari biasanya tapi lebih sering, yaitu 4-6 kali dalam sehari. Selain itu, hindari makanan yang berlemak dan pedas. Jangan berikan makanan padat pada anak-anak jika mereka dehidrasi. Tunggu sampai mereka minum cukup cairan. Makanan baru bisa diberikan setelah mereka tidak lagi menunjukkan tanda-tanda dehidrasi. Jika anak tidak mengalami dehidrasi, berikan makanan seperti biasa. 3. Cairan Oralit Bagi penderita diare yang rentan dehidrasi, dokter akan menyarankan penggunaan oralit sebagai obat diare. Anda yang berfisik lemah, berusia di atas 60 tahun, dan memiliki riwayat kesehatan serius sangat disarankan mengonsumsi oralit. Obat diare oralit dijual bebas di apotek. Anda tinggal mencampurnya dengan air. Fungsi obat diare oralit adalah untuk menggantikan garam, glukosa, dan mineral penting lain yang mungkin hilang saat kekurangan cairan. Untuk anak-anak, dokter akan menyarankan oralit apabila terlihat tanda-tanda dehidrasi. Oralit dapat diberikan tiap kali anak buang air besar. Banyaknya tergantung pada berat badan anak. Artikel Lainnya Perbedaan Norovirus dan Rotavirus Si Penyebab Diare! 4. Penggunaan Obat-obatan Obat diare dapat menggunakan antidiare berfungsi mengurangi gejala diare dan mempersingkat durasinya. Namun, sebenarnya obat diare tidak diperlukan karena sistem kekebalan tubuh akan melawannya secara alami. Obat antidiare yang paling sering digunakan adalah loperamide karena dapat mengurangi pergerakan usus sehingga cairan akan lebih banyak diserap. Jangan minum obat antidiare jika diare disertai gejala lain, seperti demam tinggi dan terdapat darah atau nanah pada feses. Sebaiknya, Anda segera berkonsultasi dengan dokter. 5. Antibiotik atau Antiparasit Biasanya dokter akan menganjurkan penggunaan obat-obatan tertentu apabila penyebab diare sudah dipastikan bakteri, parasit, atau jika diare terjadi sangat parah. Antibiotik atau obat anti-parasit dapat membantu mengobati diare yang disebabkan oleh bakteri atau parasit. Jika virus yang merupakan penyebab dari diare Anda, antibiotik tidak akan membantu. Sangat tidak dianjurkan untuk menggunakan antibiotik atau antiparasit kalau penyebab diare belum diketahui pasti. Antibiotik tidak akan bekerja jika penyebab infeksi adalah virus. 6. Obat Pereda Nyeri Obat pereda sakit tidak dapat mengatasi diare. Namun, pemberian parasetamol atau ibuprofen bisa membantu meredakan gejala yang menyertai diare, seperti demam dan sakit kepala. Pastikan Anda memberikan obat-obatan yang sesuai gejala dan ikuti petunjuk pemakaiannya. 7. Pengobatan Kondisi Utama Jika sebelumnya Anda didiagnosis mengidap penyakit tertentu yang dapat menyebabkan diare, sebaiknya lakukan pengobatan terhadap penyakit tersebut lebih dahulu. Hal ini akan meringankan kondisi diarenya. Apabila kondisi utama tidak ditangani dengan tepat, diare sebagai gejala akan terus berlanjut. Artikel Lainnya Anak Diare, Haruskah Diberi Antibiotik? Pencegahan Mayoritas penyebab diare adalah infeksi, seperti infeksi bakteri, virus ataupun parasit. Itu sebabnya, berikut beberapa cara mencegah diare yang bisa dilakukan. Sering Mencuci Tangan Cuci tangan sebelum dan sesudah menyiapkan makanan. Cuci tangan Anda setelah memegang daging mentah, memegang gagang pintu, menggunakan toilet, mengganti popok bayi, bersin, atau batuk. Cuci Tangan dengan Sabun atau Alkohol Saat mencuci tangan, usahakan untuk menggunakan sabun. Gosok kedua telapak tangan setidaknya selama 20 detik. Gunakan pembersih tangan berbasis alkohol 60-70 persen hand sanitizer jika Anda tidak memungkinkan mencuci tangan dengan air dan sabun. Perhatikan Apa yang Anda Makan Konsumsi makanan yang panas dan dimasak dengan baik untuk mengurangi risiko kontaminasi melalui makanan. Hindari buah dan sayuran mentah, serta hindari daging mentah dan daging setengah matang untuk mencegah penularan infeksi penyebab diare. Perhatikan Apa yang Anda Minum Perhatikan keutuhan dari kemasan segelnya ketika Anda mengonsumsi air kemasan, soda, bir, atau anggur yang disajikan dalam wadah aslinya. Hindari minum air keran dari sumber yang tidak jelas tingkat higienitasnya. Minuman yang dibuat dengan air matang, seperti kopi dan teh, mungkin akan lebih aman. Ingatlah bahwa alkohol dan kafein juga dapat memperburuk diare dan dehidrasi. Vaksinasi Anda dapat membantu melindungi bayi dan si kecil dari infeksi rotavirus, penyebab paling umum diare virus pada anak, dengan salah satu dari dua vaksin yang disetujui. Tanyakan kepada dokter spesialis anak Anda tentang vaksinasi tersebut. Artikel Lainnya Cara Efektif Atasi Badan Lemas Akibat Diare Komplikasi Diare yang tidak ditangani dengan tepat dan berlangsung terus menerus dapat menyebabkan beberapa komplikasi berikut. Dehidrasi yang dapat mengancam jiwa. Dehidrasi adalah salah satu komplikasi yang paling sering terjadi dan akibatnya cukup terbilang fatal. Dehidrasi sangat berbahaya pada anak-anak, orang dewasa yang lebih tua, dan mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah. Malnutrisi sering terjadi pada anak usia kurang dari 5 tahun balita. Hal ini dapat berimbas pada turunnya sistem imunitas tubuh anak. Sepsis, yaitu proses infeksi yang meluas pada peredaran darah dan berujung pada kegagalan fungsi organ vital tubuh, seperti paru-paru dan ginjal. Ketidakseimbangan elektrolit yang terjadi akibat kadar elektrolit yang merosot dan ikut terbuang bersama cairan yang keluar ketika diare. Gejalanya bisa berupa kelemahan ekstrem, kehilangan kesadaran, hingga kejang. Dapatkan informasi lain seputar penyakit dan penanganannya dengan mengunduh aplikasi KlikDokter. HNS/AYU Terakhir Diperbaharui 20 Desember 2021 Diperbaharui oleh dr. M. Iqbal Ramadhan Ditinjau oleh dr. M. Iqbal Ramadhan Referensi Mayo Clinic. Diakses 2021. Diarrhea. Pusat Data Informasi Kementerian Kesehatan RI. Diakses 2021. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2019. Diare adalah sebuah kondisi ketika pengidapnya buang air besar BAB lebih sering dari biasanya. Seseorang bisa dikatakan mengalami diare bila ia BAB sebanyak tiga kali atau lebih dalam satu hari. Selain itu, feses yang dikeluarkan juga lebih encer. Ada dua jenis diare yang bisa terjadi, yaitu akut atau kronis persisten. Diare akut adalah diare yang berlangsung dalam waktu singkat. Ini adalah masalah kesehatan yang umum. Diare akut biasanya berlangsung sekitar satu atau dua hari, tapi bisa juga lebih lama, kemudian menghilang dengan sendirinya. Diare yang berlangsung lebih dari beberapa hari merupakan pertanda dari masalah yang lebih serius. Diare kronis yang berlangsung minimal 4 minggu bisa menjadi gejala penyakit kronis. Gejala pada diare kronis bisa berlangsung terus-menerus atau datang dan pergi. Faktor Risiko Diare Setidaknya ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terserang diare, seperti Jarang mencuci tangan setelah ke dan persiapan makanan yang tidak membersihkan dapur dan air yang tidak makanan sisa yang sudah mencuci tangan dengan sabun. Penyebab Diare Ada beberapa kondisi yang bisa membuat seseorang mengalami diare. Umumnya, diare disebabkan oleh beberapa hal berikut Bakteri dari makanan atau air yang seperti flu, norovirus, atau rotavirus. Rotavirus adalah penyebab paling umum dari diare akut pada yang merupakan organisme kecil yang ditemukan dalam makanan atau air yang atau sensitivitas terhadap makanan, seperti laktosa dan samping dari obat-obatan tertentu, seperti antibiotik, obat kanker, dan antasida yang mengandung yang mempengaruhi lambung, usus kecil, atau usus besar, seperti penyakit dengan fungsi usus besar, seperti sindrom iritasi usus celiac atau penyakit yang menyebabkan tubuh menolak protein gluten. Beberapa orang juga mengalami diare setelah operasi perut, karena terkadang operasi dapat menyebabkan makanan bergerak melalui sistem pencernaan dengan lebih cepat. Gejala Diare Beberapa gejala yang biasanya menjadi tanda munculnya diare adalah Feses lembek dan dan kram dan nafsu pada feses. Dehidrasi merupakan gejala paling umum yang menyertai diare. Pada anak-anak, diare dapat ditandai dengan jarang buang air kecil, mulut kering, serta menangis tanpa mengeluarkan air mata. Pada keadaan dehidrasi berat, anak dapat terlihat cenderung mengantuk, tidak responsif, mata cekung, serta kulit perut yang dicubit tidak kembali dengan cepat. Sedangkan tanda dehidrasi pada orang dewasa, antara lain kelelahan dan tidak bertenaga, kehilangan nafsu makan, pusing, mulut kering, serta nyeri kepala. Diagnosis Diare Dokter akan mendiagnosis diare dengan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang, seperti Pemeriksaan sampel feses di laboratorium untuk mengidentifikasi infeksi yang terjadi pada darah untuk mengetahui penyebab tambahan, seperti sigmoidoskopi dan kolonoskopi jika terdapat dugaan penyakit yang lebih serius. Komplikasi Diare Beberapa komplikasi yang diakibatkan diare, antara lain Dehidrasi ringan hingga infeksi berat yang bisa menyebar ke organ terutama pada anak dengan usia kurang dari 5 tahun, yang dapat mengakibatkan menurunnya kekebalan tubuh elektrolit karena elektrolit ikut terbuang bersama air yang keluar saat diare, yang dapat ditandai dengan lemas, lumpuh, hingga di sekitar anus mengalami iritasi karena pH tinja yang asam. Pengobatan Diare Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi diare. Misalnya Konsumsi banyak cairan untuk menggantikan kehilangan cairan, baik melalui oral maupun melalui obat yang dapat melawan infeksi cara di atas, ada juga pengobatan lainnya. Pengobatan untuk diare biasanya disesuaikan dengan penyebabnya. Pencegahan Diare Beberapa upaya dapat dilakukan untuk mencegah diare, antara lain Selalu mencuci tangan, terutama sebelum dan setelah makan, setelah menyentuh daging yang belum dimasak, setelah dari toilet, atau setelah bersin dan batuk, dengan menggunakan sabun dan air makanan dan minuman yang sudah dimasak hingga matang sempurna, serta menghindari makanan dan minuman yang tidak terjamin kebersihannya. Kapan Harus ke Dokter? Segera hubungi dokter untuk mendapatkan solusi terbaik jika mengalami gejala-gejala tersebut, apalagi bila diare sudah berlangsung selama beberapa hari. Jangan ragu untuk tanya dokter melalui aplikasi Halodoc jika gejala tidak kunjung membaik. Referensi Healthline. Diakses pada 2022. What Causes Diarrhea? Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Disease and Conditions. Diarrhea. WebMD. Diakses pada Disorder. Treatment for Diarrhea. Medline Plus. Diakses pada 2022. Diarrhea Diperbarui pada 14 Maret 2022. Jawaban yang benar adalah C. Lalat. Pembahasan Diare adalah gangguan pencernaan yang ditandai dengan buang air besar encer 3 kali atau lebih dalam sehari. Salah satu penyebab diare adalah tercemarnya makanan dan minuman oleh bakteri yang dibawa oleh lalat. Lalat merupakan salah satu hewan yang kotor. Hal ini karena lalat senang hidup atau menghinggapi sampah dan tempat lain yang kotor. Makanan yang dihinggapi oleh lalat akan tercemar oleh mikroorganisme baik bakteri, protozoa, telur/larva cacing atau bahkan virus yang dibawa dan dikeluarkan dari mulut lalat. Apabila makanan tersebut dimakan oleh manusia, maka dapat menyebabkan penyakit diare. Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk selalu menjaga kebersihan dan menutup makanan dengan tudung saji, agar makanan tidak bisa di hinggapi oleh lalat. Simpulan Jadi, penyakit diare dapat disebabkan karena memakan makanan yang dihinggapi lalat opsi C.

penyakit diare dapat disebabkan karena memakan makanan yang dihinggapi